Pages

Friday, November 2, 2012

Berapakah Umur Bumi?

Pertanyaan: Apa itu umur bumi? Berapa umur bumi?

Jawaban:
Mempertimbangkan apa yang yang dikatakan Alkitab bahwa Adam diciptakan pada hari ke enam dari keberadaan planet kita, kita dapat menentukan berapa kira-kira umur bumi berdasarkan Alkitab dengan memperhatikan detil kronologi umat manusia. Tentunya ini mengasumsikan bahwa catatan kitab Kejadian adalah akurat, dan ke enam hari penciptaan yang disebutkan dalam Alkitab adalah secara harafiah masing-masing 24 jam, dan bahwa tidak ada kekosongan kronologi yang tidak dapat dijelaskan.

Silsilah-silsilah yang dicantumkan dalam Kejadian pasal 5 dan 11 memberitahukan pada umur berapa Adam dan keturunannya melahirkan generasi-generasi berikutnya secara berurutan mulai dari Adam sampai Abraham. Dengan menentukan di mana secara kronologis Abraham berada dalam sejarah. dan dengan menambahkan umur-umur yang disebut dalam Kejadian 5 dan 11, nyatalah bahwa Alkitab mengajarkan bahwa umur bumi berkisar sekitar 6.000 tahun, lebih atau kurang beberapa ratus tahun.

Bagaimana dengan angka 4,6 milyar tahun yang diterima oleh kebanyakan ilmuwan sekarang dan yang diajarkan di kebanyakan institusi akademis sebagai umur bumi? Umur ini secara utama didasarkan pada dua tehnik penanggalan: penanggalan secara radiometrik dan penanggalan secara geologis. Para ilmuwan yang mendukung umur bumi-muda (sekitar 6.000 tahun) bersiteguh bahwa penanggalan secara radiometrik memiliki kelemahan karena didasarkan pada sejumlah asumsi yang salah, sementara penanggalan secara geologis cacat karena mempergunakan logika yang berputar. Lebih dari itu, mereka menunjuk pada pembuktian ketidakbenaran dari mitos tuanya umur bumi seperti salah pengertian bahwa stratifikasi, proses pembentukan fosil, dan permata, batu bara, minyak, stalaktit, stalagmit, dll memakan waktu yang panjang untuk terjadi. Dan akhirnya para pendukung umur bumi-muda menunjukkan bukti-bukti positif untuk umur bumi-muda sebagai ganti umur bumi-tua yang mereka buktikan ketidakbenarannya. Para ilmuwan pendukung umur bumi-muda mengakui bahwa saat ini mereka masih minoritas secara jumlah namun bersikeras bahwa jumlah mereka akan makin bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah ilmuwan yang menganalisa ulang bukti-bukti yang ada dan lebih mencermati paradigma umur bumi-tua yang sekarang ini diterima.

Pada akhirnya umur bumi tidak dapat dibuktikan. Apakah 6.000 tahun atau 4,6 milyar tahun –kedua pandangan ini (dan pandangan-pandangan lain) bergantung pada iman dan asumsi-asumsi. Mereka yang berpegang pada 4,6 milyar tahun percaya bahwa metode-metode seperti penanggalan radiometrik dapat diandalkan, dan tidak ada sesuatupun yang terjadi dalam sejarah yang dapat mengganggu runtuhnya radioisotop secara normal. Mereka yang berpegang pada 6.000 tahun percaya bahwa Alkitab itu benar adanya, dan faktor-faktor lain bertanggung jawab untuk menjelaskan apa yang “kelihatannya” sebagai umur bumi, seperti misalnya banjir global, atau Allah menciptakan alam semesta dalam keadaan yang “kelihatannya” berumur sangat tua. Sebagai contoh, Allah menciptakan Adam dan Hawa sebagai manusia dewasa. Kalau dokter memeriksa Adam dan Hawa pada hari penciptaan mereka, dokter akan memperkirakan bahwa mereka berumur 20 tahun (atau berapapun kelihatannya umur mereka) – padahal faktanya Adam dan Hawa berumur kurang dari satu hari. Apapun alasannya selalu ada alasan yang baik untuk percaya pada Firman Tuhan dibandingkan dengan kata-kata dari para ilmuwan ateis dengan agenda evolusi.


Kamu pasti sering merayakan ulang tahun, entah ulang tahun saudara, teman, orang tua atau orang terkasih. Namun, tahukah Kamu usia Bumi tempat kita tinggal?
Pengukuran dilakukan sejak abad ke-18 berdasarkan tingkat pendinginan Bumi. Usia Bumi sangat diremehkan, bahkan banyak yang beranggapan usia Bumi hanya berkisar ratusan ribu tahun saja.
Kemudian, ilmuwan terkenal seperti Charles Darwin menebak usia Bumi. Ia menebak usia bumi adalah 306,7 juta tahun. Selain itu, Lord Kelvin pun membuat beberapa usulan mengenai usia Bumi dalam rentang ratusan juta tahun dan merupakan perbaikan moderat.
Kemampuan secara akurat untuk mengetahui usia Bumi berkembang dengan pemahaman peluruhan radioaktif. Bumi terbentuk dari puing-puing sisa kelahiran matahari. Zat radioaktif melepaskan partikel subatomik pada tingkat yang sangat stabil.
Terkadang usia suatu obyek dapat ditentukan dengan membandingkan tingkat zat radioaktif saat ini dengan jumlah awal yang seharusnya. Uranium merupakan elemen radioaktif alamiah yang sangat dipahami.
Pada 1953 ilmuwan mengukur rasio uranium dalam sampel batuan kuno, dengannya ilmuwan dapat mengetahui usia Bumi yang telah mencapai usia 4,5-4,6 miliar tahun. Estimasi inilah yang hingga kini tetap bertahan.


Sejumlah peneliti geologi telah menemukan cara baru dalam menentukan usia bumi yang jauh lebih akurat. Dalam kajian dengan cara baru ini diperkirakan usia bumi sekarang 70 juta tahun lebih muda dari perkiraan sebelumnya yang menyebutkan bahwa usia bumi adalah 4,5 miliar tahun lebih.


Menurut mereka, untuk menentukan usia bumi mereka membandingkan sejumlah elemen yang terdapat dalam lapisan bumi dengan meteorit yang diperkirakan usianya sama dengan sistem tata surya.

Temuan para peneliti ini telah dilaporkan dalam jurnal Nature Geosciences.



Hasil penting dari kesimpulan penelitian yakni proses pembentukan bumi dari unsur-unsurnya ternyata membutuhkan waktu lebih lama dari yang telah diduga sebelumnya.

Jika benar maka ini berarti proses pembentukan bumi membutuhkan waktu hingga 100 juta tahun

Para ilmuwan mengkaji skala waktu ini dengan melihat pada seberapa lama Bumi tumbuh atau berkembang sebagai sebuah embrio planet dan kemudian melihat munculnya tabrakan dengan bagian lain untuk membentuk planet bumi seperti yang terjadi sekarang.

"Proses tabrakan yang terjadi menyebabkan bagian dari planet ini meleleh dan menyebabkan unsur logam terpisah ke dalam pusat bumi dan kemudian membentuk inti bumi pada planet bumi saat ini, " kata Dr John Rudge, dari Universitas Cambridge yang mengepalai proses penelitian ini.

Proses pembentukan planet yang panjang kemudian menjadikan bumi seperti sekarang dengan ukuran dan bentuk geologisnya saat ini.

Untuk mengkaji bagaimana proses pembentukan ini para peneliti melihat pada dua isotop- elemen kimia di dalam lapisan bumi yang disebut 182-hafnium dan 182-tungsten.

Support System Marketing Online


Setelah melalui serangkaian periode yang berlangsung beberapa juta tahun , hafnium kemudian mengalami perubahan menjadi tungsten.

Kemudian tungsten bercampur dengan logam dan kemudian ketika inti bumi mengalami proses pembentukan kesemua unsur itu menjadi satu.

Proses ini kemudian meninggalkan tanda pada lapisan bumi dan kemudian dijadikan cara untuk mengetahui berapa usia bumi.

"Jika benar maka ini berarti proses pembentukan bumi membutuhkan waktu hingga 100 juta tahun," kata Dr John Rudge.

"Kita memperkirakan hal itu yang membuat kisaran usia bumi saat ini adalah 4,467 miliar tahun yang berarti lebih muda jika dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang menyebutkan usia bumi adalah 4,537 miliar tahun," katanya

No comments:

Post a Comment

 

Ilmu Pengetahuan Alam

Ilmu Pengetahuan Alam adalah pelajaran yang mempelajari tentang alam dan sekitarnya